Balikpapan, 2 November 2025 – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Baru Ilir sukses melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan kawasan Eks Kebakaran yang melanda wilayah RT 29 dan RT 32. Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi solid antara LPM, Mitra Kelurahan, dan seluruh elemen masyarakat, meskipun sempat diwarnai guyuran hujan.
🤝 Kolaborasi Multisektor
Gotong royong ini diikuti oleh seluruh mitra dan unsur pendukung di Kelurahan Baru Ilir, termasuk:
Mitra Kelurahan Baru Ilir
Babinsa dan Bhabinkamtibmas
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kelurahan Baru Ilir
Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKPP) Kota Balikpapan
Penggerak PKK Kelurahan
Karang Taruna
Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM)
Unsur Masyarakat dari RT 29, RT 32, dan sekitarnya.
Fokus utama kegiatan adalah membersihkan puing-puing sisa kebakaran dan menata kembali lingkungan di dua RT yang terdampak musibah. Aksi ini bertujuan untuk memastikan kebersihan lingkungan pasca-bencana dan memberikan dukungan moral serta lingkungan yang layak bagi warga yang tengah membangun kembali hunian mereka.
💪 Semangat Tak Gentar Diterpa Hujan
Ketua LPM Kelurahan Baru Ilir, Bapak Taufik Qul Rahman, menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang hadir, mulai dari Bapak Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, DKPP, PKK, Karang Taruna, LKM, dan terutama kepada warga masyarakat. Meskipun sempat diguyur hujan cukup deras, semangat untuk membersihkan lingkungan tetap menyala. Ini adalah bukti bahwa solidaritas di Kelurahan Baru Ilir sangat kuat,” ujarnya.
Lurah Baru Ilir, Bapak Junaidi, juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat. “Kebersihan dan pemulihan lingkungan pasca-bencana adalah tanggung jawab kita bersama. Kegiatan ini menunjukkan komitmen kita untuk selalu hadir dan membantu warga,” kata Bapak Junaidi.
Kegiatan Gotong Royong berakhir menjelang siang hari dengan hasil yang maksimal. Kawasan Eks Kebakaran kini terlihat lebih bersih dan tertata, menjadi langkah awal yang baik dalam proses pemulihan bagi warga terdampak.




































































